Rumah Sakit Madina Bukit Tinggi

Gedung Lama RS.Madina

RS. MADINA awalnya merupakan balai pengobatan yang didirikan pada tahun 1999 dengan hanya melayani pelayanan penyakit paru saja. Pada tahun 2001 ditingkatkan statusnya menjadi klinik pengobatan umum dengan nama KLINIK MADINA.

Dengan bertambahnya utilisasi pelayanan dan minat masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan di klinik madina, menjadikan klinik madina mendapatkan izin uji coba RUMAH SAKIT MADINA pada tahun 2002, dan pada tahun 2004 mendapatkan izin tetap untuk penyelengggaraan rumah sakit tipe D.

Didirikan oleh dr. Herman Safar, Sp.P (K),  Dokter kelahiran Padang Panjang 20 Februari tahun 1945. Menamatkan pendidikan dokter umumnya di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas – Sumatera Barat tanggal 12 Maret 1969. Kemudian melanjutkan pendidikan spesialisnya pada bagian paru  (Pulmonology) Universitas Indonesia. Dan menyelesaikan pendidikan spesialisnya tersebut pada tahun 1973. Setelah  menamatkan studi spesialis dr. Herman Safar, Sp.P(K)  kembali ke Sumatera Barat untuk mengabdi sebagai staf pengajar pada fakultas kedokteran Universitas Andalas pada bagian Ilmu Penyakit Paru (Pulmonology). Sebagai Staf pengajar dr. Herman Safar juga mengabdikan dirinya pada Rumah Sakit M. Jamil – Padang dan bagian ilmu penyakit paru Rumah Sakit Dr. Achmad Muchtar – Bukittinggi.

Sebagai Instansi yang melayani masyarakat RS.Madina tentu sangat membutuhkan layanan air bersih yang cukup. oleh karena itu untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat  RS Madina Bukit menggunakan  ferrofilterRMD untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih yang terjamin baik dari kwalitas dan kwantitasnya.

 

Foto BAreng Tim ferrofilterRMD dan Tim RS.Madina

ferrofilterRMD dipasang di Gedung Baru RS.Madina Januari 2017. selain untuk kebutuhan Rumah Sakit, air bersih juga di salurkan untuk fasilitas umum disekitar rumah sakit.

referensi : https://rsmadina.id/

Salam
ferroUPDATE

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *